Ilmu Tameng Wojo

Posted: Mei 17, 2011 in ILMU PERDUKUNAN JAWA

Ilmu kekebalan adalah sejenis ilmu kanuragan yang berfungsi untuk keperluan beladiri secara ghoib supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap segala macam serangan yang ditujukan untuk melukai badan wadag / fisik anda (misal: pukulan, bacokan, sayatan, tusukan, tikaman, dengan menggunakan senyata tajam, benda tumpul atau tangan kosong), Ilmu kekebalan sekaligus juga memiliki daya kemampuan untuk menyerang musuh dengan kekuatan yang maha dashyat luar biasa.
Aplikasi ilmu kekebalan di tanah air sudah banyak kita dengar ceriteranya sejak jaman berdirinya kerajaan2 nusantara, jaman wali songo maupun dimasa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dalam sejarah tercatat nama-nama legendaris seperti Sultan Agung Hanyokrokusumo, Kanjeng Sunan Kalijogo, Si Pitung, Kopral Komarudin, dll yang menguasai Ajian Ilmu kebal sehingga tidak mempan terhadap terjangan peluru bedil, sabetan senjata tajam, dll.
Beberapa Ajian Ilmu Kekebalan yang penulis ketahui antara lain : Ajian Brajamusti, Lembu Sekilan, Ajian Tameng Waja, Ajian Lebur Sekethi, Ajian Bengkeleng, Ajian Bandung Bondowoso, Ajian Pancasona, Ajian Rawarontek, Ajian Penatasan, Ajian Tugumanik Jayakusumo, Ajian Kresna Murka, Ajian Ciung Wanara, Ajian Teguh Alot Payung Allah, dll. Sebagai bonus untuk anda para pengunjung blog ini, Saya akan berbagi dua Amalan Ajian Ilmu Kekebalan yaitu : Ajian Brajamusti dan Ajian Tameng Waja. Apabila anda berminat untuk mempelajari ajian Ilmu kekebalan yang lain dapat diperoleh dalam “Kitab Ilmu Kejawen Lengkap” yang bisa diperoleh dan dipesan melalui jalur pribadi.

Ajian Tameng Waja sudah dikenal sejak jaman kerajaan nusantara, mulai dipopulerkan sejak jaman kerajaan Mataram dan Demak Bintoro, Orang yang menguasai ajian tameng waja akan memiliki kekuatan badan dan kekebalan dahsyat, ibarat tubuhnya dilapisi oleh tameng yang terbuat dari besi baja, sehingga seseorang yang menguasai ajian ini tidak akan mempan diserang dengan senjata tajam atau bahkan senjata api sekalipun.
Tetapi untuk menguasai ajian tameng waja ini tidaklah mudah, sebab diperlukan syarat dan lelaku yang sangat berat, seperti dibawah ini :

  1. Pada awal bulan Muharrom (2 Suro) mulai menjalani puasa 40 hari tanpa putus, puasa ini dilakukan sebanyak 3x bulan Muharrom atau 3 tahun berturut-turut.
  2. Selama menjalani puasa, setiap tengah malam habis sholat tahajjud membaca mantra rapalan Ajian tameng waja sebanyak 21x kali pada seember air yang selanjutnya digunakan untuk mandi keramas.
  3. Selama menjalani puasa, setiap habis sholat fardhlu (Isya’) dilanjutkan dengan Sholat Sunat Taubat dan membaca istighfar sebanyak 1000x.
  4. Berikut ini Bacaan do’a, matra – rapalan Ajian Tameng Waja tersebut :

    Bismillahirrohmanirrohiim,
    Niat Ingsun amatek Aji Tameng Waja
    Klambiku Wesi Kuning, Sekilan Segemblok kandhele
    Ototku Kawat Balungku Wesi
    Kulitku Tembaga, Dagingku Waja
    Kep-Karekep Barukut,
    Kinemulan Waja inten Mekangkang
    Sacengkal, Sakilan, Sadempu
    Sakehing braja datan nedasi
    Mimis bedhil nglumpruk kadi kapuk
    Tan tumowo ing badanku
    Saka kersaning Allah,
    Ya Qowiyyu, Ya Matiin … 3x.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s